Social Icons

Selasa, 12 Agustus 2014

Wayang Suket Asli Pakem

Wayang Suket Asli Pake, Ki Mujar Sangkerta, Pentas Wayang Kolaborasi di Yogyakarta
Wayang Milehnium. Gambar : Ki Mujar Sangkerta 
Beberapa waktu lalu saya dihubungi seseorang melalui Google Talk. Ia menginformasikan bahwa ia sedang mengadakan acara pengajian di Jogja. Waktu itu masih dalam Bulan Ramadhan. Pengajian apapun bentuknya merupakan kegiatan yang positif. Ia juga bertanya padaku, "Mengapa memakai nama 'Cybersufi', apakah ada hubungannya dengan aliran tasawuf atau dzikrulloh ?!"
Jawabanku, "Saya sedikit menerangkan tentang Cybersufi tersebut dalam tulisanku di blog ini, makna dhahirnya. Saya hanya orang kampung sederhana yang suka menulis saja" (dalam percakapan saya tulis, "saya orang yang suka menulis dan otak-atik kata saja" ).


Saya lebih menyukai pendekatan kultural. Karena dari pendekatan (kedekatan) tersebut terjalinlah hubungan, yang diawali dari bentuk kerinduan sosio-kultural juga pemahaman tentang multikultur.
Apa yang lebih indah selain kerinduan, pemahaman ?!.



(Diambil dari status Facebook Panji Cybersufi dengan revisi seperlunya, 25 Juli 2014).

Catatan


Tulisan tersebut antara judul dengan isi seperti tidak nyambung. Hal itu bisa disambungkan jika dibaca, bahwa yang menghubungi Panji adalah Ki Mujar Sangkerta Wayang Milehnium Wae. Komunitas tersebut sering mengadakan pengajian, dzikir bersama serta pementasan wayang diberbagai tempat. Identitas kebudayaan dan keagamaan yang ingin diperkuat, disosialisasikan serta dikonsolidasikan pada masyarakat luas.
Tulisan tersebut bisa juga merupakan penceritaan terhadap gambar (Wayang Suket) dengan pola bebas. Lebih pada penekanan "how to" untuk mendapatkan gambar Wayang Suket. Ki Mujar memulai bertanya pada Panji via Google Talk, lalu Panji melihat timeline Google Plus Ki Mujar. Disitulah ia mendapatkan gambar, lalu menceritakan proses mendapatkannya dengan pola yang bebas. Umpan balik dari status di Facebook Panji Cybersufi tentang Wayang Suketpun seolah tidak nyambung, out of topic. Tetapi sekali lagi, harus dibaca keterkaitannya secara jeli.
Dalam edisi revisi di blog ini, komentar tentang status di Facebook tidak saya sertakan. Sila check ke akun Panji Cybersufi.
Masih belum “nggeh” tentang keterkaitannya ?!, cobalah bertanya pada rumput (Jawa : Suket) yang bergoyang seraya melagu Ebiet G. Ade. Siapa tahu, rumput tersebut bagian terpenting karakter wayang yang akan dipentaskan di negeri ini.
by Facebook Comment

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memperkaya wawasan.