Social Icons

Senin, 13 Mei 2013

Eyang Subur dan Iklan Klenik


Kasus Eyang Subur dan Adi Bing Slamet terus mendapatkan porsi lebih dalam pemberitaan, baik infotainment maupun pembahasan yang lebih serius. Dikaitkan dengan mistik, klenik, santet, penipuan, poligami bahkan aliran sesat. Media mempunyai peluang besar membuat ' lawakan ' ini menjadi trending topic dan menempati rating tinggi ( perlukah survey ?! ).
Klenik dalam istilah Jawa merupakan sesuatu yang tersembunyi atau hal yang dirahasiakan untuk umum. Sedangkan ilmu klenik adalah pengetahuan yang menjelaskan hal – hal yang ghaib
( Wikipedia ). Dalam definisi lain, klenik juga dapat diartikan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan akan hal – hal yang mengandung rahasia dan tidak masuk akal ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989 : 409 ).
Klenik berbeda dengan mistik. Mistisisme lebih global dan luas mencakup pembahasan tentang hal – hal gaib, sedangkan klenik bagian dari mistisisme. Mistisisme berasal dari Bahasa Yunani “ Meyein “, yang berarti menutup mata. Mistik merupakan sub sistem yang berada dalam hampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dengan Tuhan, tasawuf, suluk, hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia biasa. Seturut dengan pengertian tersebut, dalam Ensiklopedia Nasional, mistik diartikan sebagai suatu proses yang bertujuan memenuhi keinginan atau hasrat manusia untuk mengalami dan merasakan bersatunya emosi dengan Tuhan atau kekuatan transenden lainnya.
by Facebook Comment

Lawu dan Jalak Gading


Gunung Lawu, Gunung di Jawa
Seperti ingin mendaki kembali, tetapi dalam nuansa berbeda. Sebagai Homo Symbolicum, Homo Educondum. Teringat masa Sekolah Menengah Atas ( SMA ), kegiatan mendaki gunung diidentikkan dengan Pecinta Alam1 ( baca ; Siswa Pecinta Alam--- Sispala, Pelajar Pecinta Alam--- Papala ). Para remaja yang selalu mencari jati dirinya, masih bersemangat ingin mengukur diri dengan kekuatan alam.
“ Puncak atau mati, keduanya ; ku taklukkan ! “ begitulah kira – kira semangat itu.
Sejak Prof. G.H.R. Von Koenigswald ( Arkheolog Jerman ) menemukan fosil rahang bawah Pithecantropus Erectus, salah satu spesies dalam taxon Homo Erectus2 di Situs Karanganyar, Sangiran ( kaki Gunung Lawu, 17 kilo meter dari Solo ), pencarian mengenai asal – usul manusia menemukan rentetan babak baru. Memperkuat Teori Evolusi Darwin3. Walaupun sampai sekarang terus merangsang perdebatan, khususnya tentang missing link dari teori evolusi tersebut.
by Facebook Comment

Anjing

Anjing dan Pandawa, Swargarohana Parwa
Pandawa, Drupadi dan Anjing
Seorang gadis kecil kelas 3 Sekolah Dasar disebuah dusun terpencil, berbatu, sedikit berbukit, rimbun, dekat Makam Sewu. Tiga tahun lalu Program Listrik Masuk Desa sudah bisa dinikmati masyarakat. Gadis kecil yang selalu riang. Bermain dan belajar. Sebut saja namanya Pancali, karena suka memelihara Anjing. Memang seperti itu, tak perlu dipertanyakan lagi.
Sebagai anak yang dilahirkan dari kultur Jawa dan Islam, Pancali mengetahui beberapa cerita tentang Anjing.
Anjing yang setia menemani Pandawa dan Drupadi menempuh perjalanan pendakian Himalaya1, Anjing dalam kisah Ashabul Kahfi2, juga ketika ia melintasi Pasar Kabupaten melihat kaos bergambar Scooby Doo. Bahkan ia belum bisa mengeja, melafadzkan “ Scooby Doo “ dengan tepat. Setiap kali ia melewati Pasar Kabupaten sepulang sekolah, Pancali hanya diam menatap kaos.
“ Mengapa kau memelihara Anjing ?! “
by Facebook Comment

Mengaji


Mengaji Qur'an

Apa yang dicari dari teks - teks, hanyalah rangkaian abjad jika disimak 
secara kering. Makna jadi lapuk berhenti pada titik. Titik itu perbatasan
otak, awal akhir gambaran.
Rangkaian abjad bisa saja disusun otomatis oleh teknologi.
Hening Bayyatisuri mengalun.
Hmm,... lama - lama orang telah diperbudak teknologi, mesin - mesin
menggantikan perasaan terdalam. Lalu apa arti garisan tangan ?!
 
Kita bisa saja meramal angka dan huruf agar dikata sadar hari depan,
sadar rumus - rumus kehidupan. Kita masih saja terpaku pada layar
monitor sementara di luar sana persahabatan begitu dingin.
Kita slalu canggung terhadap alam juga teknologi. Mesin - mesin
menggandakan waktu, waktu menggandakan perasaan - perasaan.
Di pagi hari koran menjadi sarapan mengganti roti, susu.
Dunia kita sekarang adalah dunia teks - teks dipenuhi tanda, penanda,
pertanda, visual semiotika. Hening Bayyatisuri mengalun.
by Facebook Comment

Pesantren : Embrio Nahdhatul Ulama II



Pondok Pesantren modern, Pesantren di Indonesia
Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Moment Muktamar Situbondo itu disamping disambut dengan suka-cita oleh segenap kaum Nahdliyin, juga oleh pemerintahan rezim Orde Baru yang untuk sementara bisa bernafas lega karena NU sebagai organisasi massa yang mempunyai pengikut lebih dari Empat Puluh Juta orang telah menyatakan tidak berpolitik praktis. Itu berarti, harapan bagi partai utama pendukung pemerintah waktu itu yaitu Partai Golkar untuk dapat meraih suara lebih banyak dari warga NU yang otomatis menjadi massa mengambang ( floating mass ) karena NU telah memisahkan diri dengan PPP.
Andree Feillard, seoarng pengamat NU, menyebut peristiwa itu sebagai momen rekonsolidasi organisasi NU yang membentuk pola hubungan yang lebih baik antara NU dan pemerintah. ( Andree Feillard, NU vis-a-vis Negara, Lkis Yogyakarta, 1999 )
Tetapi, kelegaan rezim Soeharto tidak berlangsung lama. NU kembali terasa menjadi kekuatan oposisi utama terhadap rezim Orde Baru. Para ulama dan massa NU di bawah pimpinan Gus Dur kembali terlihat sebagai kekuatan kritis yang berani mengambil resiko dengan bersikap vokal kepada berbagai kebijakan praktik politik rezim Soeharto yang otoriter. NU di bawah Gus Dur justru malah semakin kuat menjadi kelompok penekan yang mendapat dukungan dari massa NU yang tersebar di seluruh Indonesia. Dukungan terhadap Gus Dur bukan hanya datang dari warga NU dengan para ulama dan pesantrennya serta tokoh-tokoh pro demokrasi, tetapi juga dari kelompok - kelompok minoritas dari agama lain yang ada di Indonesia. Gus Dur adalah tokoh penganjur pluralisme dan toleransi umat beragama.
by Facebook Comment

Doelah Buntut


Doelah Buntut 1

Seorang buruh bangunan, tukang batu, tukang kayu, tukang besi ataupun menjadi tenaga tukangpun dijalaninya. Demi menafkahi keluarga, istrinya dan 2 orang anaknya. Sarwan masuk SMP sedang adiknya Warti sudah kelas 5 SD.
Keluarga itu juga menpunyai sebidang sawah namun diburuhkan. Di kerjakan oleh tetangganya dengan sistem bagi hasil. Mungkin karena malasnya Pak Doelah atau hasil dari pertanian sekarang tidak bisa untuk menghidupi. Kedua anaknya pun tidak mau menggarap sawah dengan alasan masih sekolah. Ketularan anak - anak muda jaman sekarang. Istrinya tidak tahan panas dan gatal. Di rumah saja menjadi ibu rumah tangga dan pengatur keuangan. Memasak, mencuci, dan bersih - bersih.
*
by Facebook Comment

Minggu, 12 Mei 2013

PESANTREN : EMBRIO NAHDHATUL ULAMA I


Pesantren: Embrio Nahdhatul Ulama, Organisasi Islam Terbesar di Dunia
( Sebuah Penghargaan Kepada Para Ulama Penjaga Tradisi )


Sebagai organisasi sosial keagamaan, Nahdhatul Ulama ( NU ) telah menorehkan catatan yang amat layak untuk dibaca dan diperhitungkan. Baik dalam hubungannya dengan gerakan syiar keagamaan, gerakan kebangsaan dan kenegaraan, gerakan sosial kemasyarakatan maupun sebagai gerakan pemikiran. NU, yang notabene adalah organisasi yang didirikan oleh para alim ulama, adalah wadah bagi penerus cita - cita para ulama terdahulu yang berupaya mengembangkan dan menyebarluaskan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bila dilacak secara runtut dari sisi historis dan kultural, dari awal mula dideklarasikannya faham Ahlussunnah Wal Jamaah oleh Abu Musa Al Asy’ari di masa berakhirnya kepemimpinan Khulafaurrasyidin 1 hingga dideklarasikannya organisasi Nahdlatul Ulama ( NU ) di Surabaya pada tahun 1926 oleh para ulama yang dimotori oleh Hadratusyekh K.H. Hasyim Asy’ari, maka sampai kini faham Ahlussunnah Wal Jamaah yang menjadi dasar teologi organisasi NU telah mengalami perjalanan yang amat panjang dan tetap eksis hingga kini. Dan sebagai sebuah organisasi massa Islam terbesar di dunia, NU juga adalah asset penting yang mempunyai sumbangan nyata bagi eksistensi negara kesatuan Republik Indonesia dari masa ke masa.
Sedikit dari beberapa bukti tentang hal itu dapat dicontohkan dengan banyaknya lembaga pendidikan pesantren yang telah didirikan dan dikelola oleh para ulama NU yang sampai kini telah mencapai ribuan jumlahnya yang tersebar di seluruh Indonesia.
by Facebook Comment

Semalam Suntuk

I.

Malam menjelma bayang - bayang, kita nyalakan bayang - bayang. Lampu -
lampu pada tata kota seperti digosok berulang - ulang para pedagang. Tapi
tetap jawabannya ; " Wani piro ?! "
Seorang pacaran di taman kota bermain petak umpet lalu cangkriman.
Itulah cinta.
Seorang tergesa dengan motornya, mesin dan alam kloningan.
Kita telah menjadi robot - robot zaman yang bermimpi menjadi manusia.
Katakanlah ini sebagai dongeng sebelum tertidur panjang.

Para PSK hilir mudik menjajakan kehangatan, pengajian hingar bingar
bercampur fanatik. Ada yang menggeleng mengingat Tuhan.
Seorang ( tampaknya pejabat ) menawar perempuan.
" Wani piro ?! " kata perempuan.
Hmm,... Wisata dan sex tlah membudaya.
Malam ini biarlah segalanya terbebas dari kebebasan
by Facebook Comment