Social Icons

Senin, 13 Mei 2013

Mengaji


Mengaji Qur'an

Apa yang dicari dari teks - teks, hanyalah rangkaian abjad jika disimak 
secara kering. Makna jadi lapuk berhenti pada titik. Titik itu perbatasan
otak, awal akhir gambaran.
Rangkaian abjad bisa saja disusun otomatis oleh teknologi.
Hening Bayyatisuri mengalun.
Hmm,... lama - lama orang telah diperbudak teknologi, mesin - mesin
menggantikan perasaan terdalam. Lalu apa arti garisan tangan ?!
 
Kita bisa saja meramal angka dan huruf agar dikata sadar hari depan,
sadar rumus - rumus kehidupan. Kita masih saja terpaku pada layar
monitor sementara di luar sana persahabatan begitu dingin.
Kita slalu canggung terhadap alam juga teknologi. Mesin - mesin
menggandakan waktu, waktu menggandakan perasaan - perasaan.
Di pagi hari koran menjadi sarapan mengganti roti, susu.
Dunia kita sekarang adalah dunia teks - teks dipenuhi tanda, penanda,
pertanda, visual semiotika. Hening Bayyatisuri mengalun.

Jika tiap spasi dalam kata, kalimat, paragraf itu jeda napasmu kau telah
ukur udaramu. Kemasukan, pelepasan menghuni teks - teks terdalam.
Orang - orang kosong dengan tangan hampa berbondongan sibuk menari,
sedikit - sedikit menyanyi seperti komat - kamit tapi kosong hanya bunyi
udara murni. Kesurupan huruf demi huruf mengeja zaman begitu latahnya.
Huruf, kata, kalimat, teks yang belum dirangkaikan adalah absurd padahal
letaknya jelas ; antara a - z.
Ini adalah Mushaf Manusia kitab - kitab abstraksi mengutuk waktu
berulang - ulang.
 
Kanak - kanak berpeci rapi menenteng Kitab Kuning mengeja penanda
pertanda, segala hal jadi klasikal.
Sekarang kanak - kanak rajin membuka Yellow Pages etcetera memutar
angka - angka dalam kepala, " Hallo Tuhan "
Teks - teks usang masih saja dibaca secara kering. Sebenarnya titik tak
mengakhiri kata. Aku hanya rela ; segala ini harus diakhiri.
Hening Bayyatisuri mengalun.

Bantul, 02 Oktober 2012.
by Facebook Comment

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memperkaya wawasan.