Social Icons

Minggu, 03 Maret 2013

Rivers Of The World : Tales of Rajamala


Tidak bisa dipungkiri, peradaban dunia banyak dibangun dari peradaban sungai. Begitu pentingnya sungai bagi peradaban, maka selayaknyalah manusia berkomitmen dan konsisten untuk menjaga, menggunakan dan memanfaatkan sungai sebagagai sarana kehidupan.
Selain dugunakan sebagai sumber air minum, dan kebutuhan air lainnya, sungai juga digunakan untuk mengairi perkebunan dan pertanian. Di beberapa tempat, sungai juga dimanfaatkan sebagai jalur transportasi juga tempat jual beli ( Pasar Terapung ). Diantara kebudayaan dunia yang dibangun dari peradaban sungai adalah peradaban Mesir yang tergantung pada Sungai Nil, Mesopotamia yang memanfaatkan Sungai Eufrat dan Sungai Tigris, China dengan Sungai Kuning, dan India dengan Sungai Gangga. Begitu juga di Nusantara bagaimana kerajaan besar maritim Sriwijaya dibangun oleh Sungai Musi dan Batanghari, dan tidak lupa di Jawa Sungai Bengawan Solo juga ikut andil dalam membangun kebudayaan Mataram.

“ Air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut,...
Itu perahu riwayatmu dulu, kaum pedagang selalu naik itu perahu, ... “

Siapa tak mengenal Sungai Bengawan Solo, dan lagu ciptaan almarhum Gesang yang melegendaris ?.
Sungai sepanjang hampir 600 km ini melewati hampir 20 kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sungai Bengawan Solo bermata air di daerah Wonogiri menuju muaranya di Laut Jawa, dekat Kota Gresik.
Di Solo pada 1 Februari 2013 lalu, beragam karya seni dari 6 sekolah Menengah Pertama di kota tersebut mewakili Indonesia di Festival Thames, yang sebelumnya digelar di London, September 2012 lalu. Karya persembahan 120 pelajar Solo tersebut dipamerkan dalam Pameran Rivers of The World di Balai Soedjatmoko, Jalan Slamet Riyadi, Solo hingga 4 Februari 2013 lalu.

Tales of Rajamala, Thames Festival

Proyek “ Rivers of The World “ ini berada dibawah bendera Festival Thames, yaitu program seni dan pendidikan. Program ini menghubungkan sekolah dan lebih 2.000 kaum muda dseluruh dunia. Mereka yang berpartisipasi adalah remaja berusia 13 tahun hingga 15 tahun, adapun negara yang mengikuti eksebisi ini diantaranya ; Indonesia, Inggris, Argentina, Korea, Irlandia, Thailand, Amerika dan Turki. Para pelajar yang berpartisipasi tersebut bekerja sama dengan seniman untuk menciptakan karya yang diinspirasi oleh study mereka akan sungai di kota dan mitra kota mereka.
Rivers of The World adalah program kerjasama British Council dan Thames Festival Trust, London dimana pelajar dari negara – negara peserta didorong untuk mempelajari sunagai, baik yang di kota mereka sendiri maupun yang berada di negara peserta lain. Untuk kemudian diekspresikan kedalam bentuk karya seni seperti lukisan, foto dan bentuk – bentuk seni lainnya.
Di Indonesia, Sungai Bengawan Solo dipilih menjadi sungai yang diikut sertakan dalam Program Rivers of The World .
Selama setahun, 120 siswa dari 6 sekolah Menengah Pertama Solo menerima bimbingan dari seniman dan mentor yang tergabung di Yayasan Kampung Halaman. Mereka membuat berbagai karya seni kreatif dengan Sungai Bengawan Solo sebagai sumber inspirasinya. Enam sekolah yang terlibat dalam kegiatan ini adalah SMPN 1, SMPN 4, SMPN 9, SMP Muhammadiyah 7, SMP Kalam Kudus dan SMP Kasatriyan. Sedangkan beberapa fasilitator diantaranya ; Abu Juniarenta, Deden Bangkit, Seto Wibowo, Dani Iswandar, Fourish Sekartaji, dan Irwan Dwi Nuryadi.
Menurut Deden Bangkit selaku fasilitator dan seniman dari Yayasan Kampung Halaman, semua karya yang dikerjakan berdasarkan riset terlebih dahulu. Para fasilitator dan partisipan melakukan riset diberbagai tempat, mulai dari museum hingga kehidupan disekitar sungai itu sendiri. Deden menjelaskan bahwa para remaja banyak memiliki bakat untuk menggambar, namun sebagai fasilitator tugasnaya adalah menggiring mereka untuk menggambar sesuai dengan tema yang disepakati dan berdasarkan riset.

Tales of Rajamala

Karya yang dikerjakan oleh para pelajar di Kota Solo diantaranya “ Tales of Rajamala Dan River Culture, River of Life “. Ide “ Tales of Rajamala “ tersebut didapat setelah para partisipan berkunjung ke Museum Radya Pustaka dan menemukan cerita tentang Rajamala, sebuah perahu tunggangan Sunan Paku Buwono IV untuk mengarungi Sungai Bengawan Solo dalam rangka melamar putri Bupati Cakraningrat di Sumenep. Beberapa karya yang dibuat diantaranya menggunakan teknik ukir Crayon dan Fotogram.
Karya para pelajar ini sebelumnya pada Juni 2012 dipamerkan di London, Inggris dan pada September 2012 lalu juga dipamerkan disepanjang Sungai Thames, London bersama karya seni pelajar dari negara – negara peserta lainnya.
Country Director British Council Keith Davies mengatakan, sebagai Lembaga Kebudayaan Inggris, British Council memfasilitasi hubungan internasional melalui program – program kerja sama antar generasi muda untuk mempromosikan pemahaman dn keberagaman budaya.

Di Program Rivers of The World, British Council bekerja sama dengan Thames Festival Trust dan memberikan kesempatan pada pelajar dari seluruh dunia untuk saling memahami dan menginspirasi satu sama lain “ kata Davies.

Melalui pemahaman ini diharapkan akan semakin memupuk kepedulian terhadap berbagai isu sosial dan lingkungan yang ada disekitar mereka maupun belahan dunia lainnya. Selain lukisan, Pameran Rivers of The World kali ini juga diisi dengan petisi bersama Bengawan Solo bersih dan art-workshop menggunakan bahan – bahan daur ulang . ( rap ).


Riwayat TulisanRivers Of The World : Tales of Rajamala “ :
Diambil dari tulisan di Tribun Jogja edisi Minggu Kliwon, 10 Februari 2013, hal 12 Art and Culture, dengan penggabungan tulisan yang berjudul “ Pelajar Solo Gelar Pameran Rivers of The World “ dan “ Tales of Rajamala “.

by Facebook Comment

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memperkaya wawasan.