Social Icons

Sabtu, 22 Juni 2013

Apresiasi Terhadap Seni Tatoo


Tatoo, Muslim dan tatoo
Arabic Henna Art
Perkembangan Seni Tatoo yang terjadi di masyarakat Barat, jika ditinjau dari akar seni tradisionalnya sebenarnya dipengaruhi oleh tradisi budaya dari Indonesia. Di Mentawai 1 misalnya, masyarakat telah lama mengenal tatoo, karena banyak masyarakat Vietnam hidup disana dan mengenalkan tatoo. Begitu juga di Jawa, tatoo berjenis tribal telah dikenal sebagai seni tradisional yang telah ada pada jaman dahulu.

“ Namun sebagai seni modern yang popular, tatoo banyak dikembangkan di dunia barat, hal ini berkaitan dengan berkembangnya juga dunia industri termasuk dalam Seni Iatoo itu sendiri “, jelas Laine Berman, Phd seorang Arkheolog Amerika yang juga pengamat Budaya Jawa.

Lebih lanjut dikatakan, kalau dilihat dari kaca mata seni, tatoo perlu diapresiasi. Di Amerika sendiri Seni Tatoo sangat dihargai karena memang apresiasi masyarakat disana lebih mengarah pada seni. Masyarakat Amerika tidak berpikiran negatif terhadap Seni Tatoo karena hampir rata – rata masyarakatnya menjadikannya sebagai identitas dirinya, oleh karena itu perkembangan tatoo sangat pesat.
Sementara di negara – negara berkembang termasuk Indonesia, hanya sedikit yang mampu menjadikan tatoo sebagai simbol karakter diri . Situasi seperti ini menempatkan tatoo sebagai unsur negatif 2. Masyarakat Indonesia belum mampu melihat tatoo sebagai sebuah seni. Masyarakat Indonesia jangan terlalu dipaksakan unttuk sebuah hal liberal yang belum tentu masyarakat memahami arti liberal itu sendiri.

“ Karena jika Masyarakat Indonesia tidak mampu menerjemahkan arti liberal, yang terjadi justru bukan kemajuan melainkan kemunduran pada masyarakatnya. Sehingga yang dipahami hanya kebiasaan – kebiasaan buruk yang sebenarnya dapat dikatakan ekses kebebasan 3 “, papar Laine.
Untuk itu ia mengharapkan agar sebaiknya Masyarakat Indonesia harus belajar memahami bahwa tatoo adalah bagian dari ekspresi atas perjuangan mencapai kemajuan dirinya, sehingga tatoo sebagai sebuah seni mampu memberikan nilai positif pada masyarakat.
“ Maraknya tatoo sebagai gaya hidup populer di Indonesia, lebih banyak nampak pada terjebaknya Masyarakat Indonesia terhadap penafsiran yang salah tentang apa yang disebut modern “, katanya.
“ Kesalahan yang sangat vital adalah ketika Masyarakat Indonesia melihat Budaya Barat sebagai sesuatu yang diikuti secara mentah, sehingga ada anggapan bahwa yang disebut sebagi modern adalah free sex, Narkoba, al kohol dan tatoo “, ujar wanita yang mendapat gelar Ph.d dari Georgetown University.

Diadaptasi dari : Yudi, 2006. Seni Tatoo Perlu Diapresiasi. Dalam  
Natasha Magazine ( Edisi III, November – Desember ). Yogyakarta : 
CV. Heidi Citra Mediatama.


Catatan Akhir “ Apresiasi Terhadap Seni Tatoo “

1 Kepunahan tradisi tatoo di Mentawai sekarang ini disebabkan oleh berbagai hal. Ditilik dari sejarahnya, Agama Protestan masuk ke Mentawai sejak 1901 merupakan agama yang paling keras melarang kepercayaan lama Orang Mentawai dibandingkan dengan Katholik yang masuk sejak 1955 dan Islam 1952.
( “ Tatoo Mentawai Yang Terancam Punah “. Dalam http://jatafest.wordpress.com ).
Pada Orde Lama pun telah dikeluarkan SK No. 157/ PROMOSI/1954 yang memerintahkan Suku Mentawai meninggalkan tradisi tatoo dan kepercayaan mereka, Arat Sabulungan.
( Agnes Rita Sulistyawati. “ Tatoo Mentawai Hampir Punah “. Dalam ; www.nationalgeographic.co.id ).

2 Tahun 1983 – 1985 di Indonesia terjadi operasi penumpasan besar – besaran tindak kriminalitas yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden Soeharto, terkenal dengan sebutan “ Penembak Misterius “ ( Petrus ). Orang yang memiliki tatoo dianggap sebagai pelaku krimal, penjahat, gali yang wajib dibunuh.
Simak pengakuan Soeharto mengenai Petrus dalam biografinya ;

Ramadhan KH, 1989. Soeharto : Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya. Jakarta : Citra Lamtorogung Persada .

Kasus ini juga terekam dalam bentuk sastra ;

Seno Gumira Ajidarma, 1993. Penembak Misterius, Cetakan I Edisi I. Pustaka Utama Grafiti.
Seno Gumira Ajidarma, 2007. Penembak Misterius, Cetakan IV Edisi II. Yogyakarta : Galang Press.

Pernah diterjemahkan Patricia B. Henry dalam “ Misterius Shooter Trilogy ; Killing Song, The Sound of Rain and Roof Tiles, Grrrh ! “ dimuat dalam Teri Shaffer Yamada ( Ed ), 2002. Virtual Lotus Modern Fiction of South East Asia. Michigan : University of Michigan Press.

3
tatoo, Henna
Beautiful Mendhi
Diperlukan berbagai perspektif dalam memandang tatoo ; segi agama, kesehatan, bisnis, seni dan budaya, dll. Agar orang mampu menempatkan diri dalam memaknai dan menyikapinya.
Sebagai perbandingan kajian mengenai Seni Tatto, berkembang juga seni menggambar tubuh --- katakanlah demikian --- dalam kultur Islam.
Henna dikenal secara lokal di seluruh Timur Tengah, Afrika Utara disebut sebagai Pacar atau Hene, Mendhi atau Mehendi di India dan Pakistan.
Henna merupakan bubuk warna untuk menghias rambut dan kulit yang terbuat dari daun hancur Tanaman Lawsonia Internis Henna, semak tinggi seperti tanaman yang tumbuh subur di iklim yang panas dan kering. Daun tersebut ditumbuk halus untuk dijadikan Henna Paste.
Kebiasaan menggambari tubuh ( biasanya tangan dan kaki ) ini terkait budaya dan tradisi di padang pasir. Kita bisa menemuinya pada wanita yang menghias diri dengan Henna, khususnya dalam festival keagamaan dan pernikahan.
Sekarang semakin berkembang menjadi Henna body art.
Adapun perbedaan antara tatoo dengan Henna, tatoo menggunakan tinta pigmen yang disisipkan dalam kulit yang menyebabkan ia permanen dengan menggunakan media tajam untuk memasukkannya kedalam kulit. Sedangkan Henna menggunakan bubuk tanaman yang ditumbuk halus dan hanya ditempelkan kulit ( diukir diatas kulit ) bukan disisipkan, getah dari Henna akan meresap perlahan kedalam kulit dan menempel sementara pada kulit sesuai siklus pergantian kulit.
Sebenarnyalah, Islam memberi ruang yang cukup untuk mengembangkan kesenian dan kebudayaan lokal.
by Facebook Comment

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memperkaya wawasan.