Social Icons

Rabu, 09 Juli 2014

Jalan Cinta

Trotoar
Sumber Gambar : Chiado Editora
Dalam teori teritori demarkasi, penguasaan suatu area dilakukan dengan cara mendirikan benteng-benteng, menghubungkan jalur lalu lintas dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mempermudah segala akses. Dahulu manusia bergerak dari ruang ke ruang melalui alas gung liwang liwung, dibukalah hutan, dibangunlah jalan beraspal (jalan : dalan, Bahasa Jawa).
Di era modern ini, para pejalan kaki dimanjakan demgan trotoar yang berfungsi sebagai jalan khusus pejalan kaki. Tapi trotoar telah direbut oleh para pedagang kaki lima, bahu jalan ramai untuk parkiran. Akhirnya jalan mengalami bottle neck.

Akhirnya ruang itu lalu dipisah-hubungkan dengan ruang publik dan ruang privat. Tapi tetap ruang yang bernama cinta itu dihati.
Jangan sampai menambah kemacetan pikiran dalam kesunyian serta keramaian.




(Diambil dari status Facebook Panji Cybersufi dengan revisi seperlunya, 8  Juni 2014)




by Facebook Comment

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda akan memperkaya wawasan.